Sejarah

SEJARAH KAWASAN

Kesatuan Pengelolaan Hutan Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan (KPH Tahura PMI) pada mulanya bernama Tahura Cut Nyak Dien yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 95/Kpts-I/2001 tanggal 15 Maret 2001. Perubahan nama Tahura Cut Nyak Dien menjadi Tahura Pocut Meurah Intan dilandasi oleh pemikiran telah banyaknya penggunaan nama Pahlawan Cut Nyak Dien untuk jalan, kawasan hutan dan monumen bersejarah. Disisi lain terdapat nama pahlawan yang dihormati oleh masyarakat Aceh, salah satu nya adalah Pocut Meurah Intan.

Sebelum ditetapkan menjadi kawasan Tahura, kawasan tersebut merupakan kawasan hutan lindung seluas 3.100 ha, hutan produksi terbatas 1.020 ha, hutan produksi tetap 1.100 ha dan sisanya 1000 ha merupakan areal penggunaan lain yang terletak di kelompok hutan Seulawah Agam Kabupaten Aceh Besar.

Ide pembangunan Tahura di Propinsi NAD ini diawali oleh rekomendasi Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh pada tahun 1995 kepada Menteri Kehutanan RI, dan ditindak lanjuti dengan keluarnya SK Menteri Kehutanan No. 1/Kpts-II/1999 tanggal 5 Januari 1999 tentang perubahan fungsi hutan lindung dan hutan produksi yang terletak di kelompok hutan Seulawah Agam menjadi Tahura Cut Nyak Dien. Kemudian pada tahun 2001, nama Tahura berubah menjadi Tahura Pocut Meurah Intan, dan dikukuhkan dengan Perda Propinsi NAD No. 46 tahun 2001. Pengelolaan kawasan diserahkan kepada Pemerintah Daerah c/q Dinas Kehutanan Propinsi Aceh. Kawasan ini telah memiliki batas kawasan yang tetap dengan kegiatan penataan batas yang mulai tahun 1999, sepanjang 76 Km. Untuk memantapkan lembaga pengelolaan Tahura PMI, kemudian melalui Peraturan Gubernur No. 20 Tahun 2013 dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan.