Jasa Lingkungan

Jasa lingkungan didefinisikan sebagai jasa yang diberikan oleh fungsi ekosistem alam maupun buatan yang nilai dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam rangka membantu memelihara dan/atau meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan ( Sriyanto, 2007). Pengertian lain jasa lingkungan adalah suatu produk yang dapat atau tidak dapat diukur secara langsung berupa Jasa Wisata Alam/rekreasi, Perlindungan Sistem Hidrologi, Kesuburan Tanah, Pengendalian Erosi dan Banjir, Keindahan, Keunikan dan Kenyamanan.

Pemanfaatan Jasa Lingkungan adalah upaya pemanfaatan potensi jasa (baik berupa jasa penyediaan/provisioning services, pengaturan/ regulating services, maupun budaya/cultural services) yang diberikan oleh fungsi ekosistem dengan tidak merusak dan mengurangi fungsi pokok ekosistem tersebut; Dalam buku Pedoman Inventarisasi Potensi Potensi Jasa Lingkungan ( PHKA, 2003) disebutkan bahwa pemanfaatan Jasa Lingkungan pada hutan pada hutan lindung adalah bentuk usaha yang memanfaatkan potensi jasa lingkungan dengan baik tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi utamanya . Kegiatannya dapat berupa : usaha wisata alam, usaha olahraga tantangan, usaha pemanfaatan air, usaha perdagangan karbon ( Carbon trade ) atau usaha penyelamatan hutan dan lingkungan . Pemanfaatan jasa lingkungan hutan lindung / produksi adalah bentuk usaha untuk memanfaatkan potensi jasa lingkungan dengan tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi utama antara lain berupa : Usaha wisata alam, Usaha olah raga tantangan, Usaha pemanfaatan air, Usaha perdagangan karbon dan Usaha penyelamatan hutan dan lingkungan ( PHKA, 2003)

Jasa lingkungan di Tahura PMI potensi terbesarnya ada di Blok pemanfaatan yang merupakan kawasan yang diperuntukkan sebagai tujuan wisata alam serta memungkinkan untuk dimanfaatkan potensi jasa lingkungan lainnya, dengan kriteria sebagai berikut; ‘

1) Memiliki obyek daya tarik wisata yang dapat dikembangkan, seperti: air terjun, wisata jelajah alam, pengamatan satwa liar, tracking gajah, outbond, flaying fox, canopy trail, pemancingan, fotografi dan agrowisata;
2) Merupakan kawasan dengan potensi lingkungan berupa kapasitas penyerapan dan penyimpanan karbon, masa air, energi air dan energi panas bumi (geothermal);
3) Kawasan yang memungkinkan untuk pembangunan sarana dan prasarana bagi kegiatan, penelitian dan pendidikan, seperti pengembangan stasiun riset, laboratorium alam, arboretum, Pusat Konservasi Gajah dan penangkaran serta pengembangbiakan satwa;