Fauna

UPTD KPH Tahura PMI mempunyai keragaman spesies fauna yang cukup tinggi. Keseimbangan ekosistem kawasan tersebut telah menciptakan kondisi habitat yang optimal bagi perkembangan satwa liar. Ragam dari berbagai tipe vegetasi di KPH Tahura sangat menarik bagi satwa liar untuk tinggal di dalamnya. Kelimpahan vegetasi pakan, tersedianya cukup air, dan struktur vegetasi yang sedemikian rupa adalah merupakan faktor pendukung perkembangan satwa liar di kawasan KPH Tahura.

 Jenis-jenis Satwa liar Non Avifauna yang dapat diidentifikasi di KPH Tahura PMI

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data-data di atas dapat diketahui bahwa hutan alam merupakan tempat paling banyak dihuni beberapa satwa liar. Melimpahnya sumber pakan, air, dan groundcover serta minimnya aktivitas manusia membuat satwa dapat berkembang dengan baik. Habitat semak belukar juga merupakan habitat berbagai mamalia besar. Sementara itu hutan Pinus relatif paling sedikit  dihuni primata atau mamalia besar. Hal ini disebabkan keragaman sumber pakan yang lebih sedikit dibanding habitat lainnya.

Jenis-jenis satwa yang ada di KPH TAHURA PMI: (a) Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), (b) Rusa timor (Cervus timorensis), (c) Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis); (d) Beruk (Macaca nemestrina)

Burung merupakan salah satu satwa yang mudah ditemui di hutan Kawasan Tahura Pocut Meurah Intan. Terdapat 35 jenis burung yang dijumpai terbagi dalam 19 famili. Jenis cucakan famili Pycnonotidae paling banyak ditemui. Jenis burung penetap dan burung pemangsa (raptor) dapat ditemui di lokasi.

Jenis-jenis Burung di Hutan Kawasan KPH Tahura Pocut Meurah Intan

Burung pemangsa yang mudah ditemui di  Kawasan KPH Tahura Pocut Meurah Intan adalah Elang hitam (Ictinaetus malayensis). Burung penetap paling banyak ditemui adalah dari famili Pycnonotidae antara lain Trocok (Pycnonotus goiavier), Trocok kelabu (Pycnonotis jocosus), Kutilang emas (Pycnonotus melanicterus), dan Kutilang biasa (Pycnonotus aurigaster). Jenis-jenis dari famili Columbidae yang banyak ditemui adalah Meruwuk (Streptopelia chinensis) dan Punai (Treron griseicauda). Burung penghisap madu yang dominan adalah Cicuit (Aethopyga siparaja). Jenis lain yang banyak ditemui adalah Buto (Megalaima corvina) dan Tulung tumpuk (Megalaima javensis).